"BUKAN SENANG TAPI MUDAH" KALAU KITA MENJAGA ADAB DAN AJKHLAK, PERJALANAN KITA MENUJU ALLAH MENJADI MUDAH.
eBooks, Software and Downloads

Kenapa Wahhabi Berdiam Diri

Posted by Nabiha Al-Khalidiy On 11:32 AM

(Cetusan Rasa Sahabat Dari Indonesia)
Sewaktu saya pulang dari pergi haji 5 (lima) tahun yang lalu, tepatnya ketika ada bencana Tsunami di Aceh, salah seorang jamaah pengajian menanyakan: "Mengapa Arab Saudi tidak membantu Indonesia, ketika banyak Negara lain seperti Turki bahkan Negara yang sangat dimusuhi oleh Amrozi cs, Australia membantu?"

saya tidak langsung menjawabnya, tapi justru saya tambahkan pertanyaan satu lagi : "

mengapa ketika Indonesia terkena krisis Moneter tahun 1996-1998, mereka (Arab Saudi) juga tidak mau membantu kita - bahkan kita harus dipaksa "menandatangani" hutang dari IMF, padahal kita adalah penyumbang pendapatan mereka dari sektor haji terbesar dari Negara-negara lain?"

Pertanyaan itu sekarang muncul lagi, "mengapa Arab Saudi dan sekutu-sekutunya (Yordania, Kuwait, UEA, dan Irak (sekarang), tidak membantu Palestina yang dibombardir oleh Israel sehingga tercatat (hingga saat ini) 315 tewas dan ribuan luka-luka?"

Ketika pengajian lima tahun yang lalu dan saat ini, jawaban saya tetap sama yaitu : " karena mereka berfaham Wahabi !"

Mungkin orang akan menilai tendensius jawaban saya ini, mungkin juga orang akan menilai mengada-ada dan sebagainya. Tapi faktanya memang demikian. Wahabi dan Kerajaan Saudi Arabia adalah seperti dua sisi mata uang, saling melengkapi dan terkait erat.

Kerajaan Saudi Arabia didirikan dengan dukungan penuh dari Yahudi (baca : Inggris) tahun 1843. Meskipun tertatih-tatih karena berhasil ditumpas oleh pemerintah yang sah Kerajaan Turki Utsmani, namun akhirnya mereka berhasil berkuasa hingga saat ini.

Dr. Abdullah Mohammad Sindi [ penulis buku The Arabs and the West: The Contributions and the Inflictions] menyampaikan fakta: “Walaupun kebengisan fanatis Wahabisme berhasil dihancurkan pada 1818, namun dengan bantuan Kolonial Inggeris, mereka dapat bangkit kembali.

Setelah pelaksanaan hukuman mati atas Imam Abdullah al-Saud di Turki, sisa-sisa klan Saudi-Wahhabi memandang saudara-saudara Arab dan Muslim mereka sebagai musuh yang sesungguhnya (their real enemies) dan sebaliknya mereka menjadikan Inggeris dan Barat sebagai sahabat sejati mereka.”

Wahabi-Saudi dari awal memang sangat kental dengan cara-cara yang tidak Islami, yaitu, berkhianat, membunuh dan berkawan dengan penjajah (Barat/Yahudi). Data dan fakta menunjukkan bahwa:

Gary Troeller, dalam bukunya The Birth of Saudi Arabia: Britain and the Rise of the House of Sa’ud

Pada 1843, Seorang Imam Wahhabi (Madzhab Wahhabi), Faisal Ibn Turki al-Saud berhasil melarikan diri dari penjara di Cairo dan kembali ke Najd. Imam Faisal kemudian mulai melakukan kontak dengan Pemerintah Inggeris. Pada 1848, dia memohon kepada Residen Politik Inggeris (British Political Resident) di Bushire agar mendukung perwakilannya di Trucial Oman. Pada 1851, Faisal kembali memohon bantuan dan dukungan Pemerintah Inggeris.

Dan hasilnya, Pada 1865, Pemerintah Inggeris mengirim Kolonel Lewis Pelly ke Riyadh untuk mendirikan sebuah kantor perwakilan Pemerintahan Kolonial Inggeris dengan perjanjian (pakta) bersama Dinasti Saudi-Wahhabi.

Untuk mengesankan Kolonel Lewis Pelly bagaimana bentuk fanatisme dan kekerasan Wahhabi, Faisal mengatakan bahwa perbedaan besar dalam strategi Wahhabi : antara perang politik dengan perang agama adalah bahwa nantinya tidak akan ada kompromi, kami membunuh semua orang . Sebagaimana ditulis oleh Robert Lacey, dalam bukunya: The Kingdom: Arabia and the House of Saud (New York: Harcourt Brace Jovanovich, 1981), p. 145.

Pada 1866, Dinasti Saudi-Wahhabi menandatangani sebuah perjanjian “persahabatan” dengan Pemerintah Kolonial Inggeris, sebuah kekuatan yang dibenci oleh semua kaum Muslim, karena kekejaman kolonialnya di dunia Muslim.

Perjanjian ini serupa dengan banyak perjanjian tidak adil yang selalu dikenakan kolonial Inggeris atas boneka-boneka Arab mereka lainnya di Teluk Arab (sekarang dikenal dengan : Teluk Persia).

Sebagai pertukaran atas bantuan pemerintah kolonial Inggris yang berupa uang dan senjata, pihak Dinasti Saudi-Wahhabi menyetujui untuk bekerja-sama/berkhianat dengan pemerintah kolonial Inggeris yaitu : pemberian otoritas atau wewenang kepada pemerintah kolonial Inggeris atas area yang dimilikinya.

Perjanjian yang dilakukan Dinasti Saudi-Wahhabi dengan musuh paling getir bangsa Arab dan Islam (yaitu : Inggeris), pihak Dinasti Saudi-Wahhabi telah membangkitkan kemarahan yang hebat dari bangsa Arab dan Muslim lainnya, baik negara-negara yang berada di dalam maupun yang diluar wilayah Jazirah Arab.

Maka ini membangkitkan semangat seorang patriotik bernama al-Rasyid dari klan al-Hail di Arabia tengah dan pada 1891, dan dengan dukungan orang-orang Turki (kerajaan Turki Utsmani), al-Rasyid menyerang Riyadh lalu menyerang klan Saudi-Wahhabi. sehingga beberapa anggota Dinasti Saudi-Wahhabi berhasil melarikan diri ke Kuwait yang merupakan wilayah dibawah kekuasaan Kolonial Inggeris, untuk mencari perlindungan dan bantuan Inggeris.; di antara mereka adalah Imam Abdul-Rahman al-Saud dan putranya yang masih remaja, Abdul-Aziz (kelak dari Keturunannya lah lahir Raja, Faisal, Fahd dan Abdullah /Raja Arab saat ini).

Ketika di Kuwait, Abdul-Rahman dan putranya, Abdul-Aziz menghabiskan waktu mereka untuk “menyembah-nyembah” tuannya Inggris, mereka berhasil mendapatkan uang dan persenjataan serta bantuan lain untuk keperluan merebut kembali Riyadh. Namun ketika akan menyerbu Riyadh (pada akhir penghujung 1800-an), usia dan penyakit telah memaksa Abdul-Rahman untuk mendelegasikan Dinasti Saudi Wahhabi kepada putranya, Abdul-Aziz, yang kemudian menjadi Pemimpin dinasti Saudi-Wahhabi yang baru.

Melalui strategi licik dan Khas Yahudi, kolonial Inggeris di Jazirah Arab pada awal abad 20, yang dengan cepat menghancurkan Kekhalifahan Islam Utsmaniyyah dan sekutunya yaitu klan al-Rasyid secara kesuluruhan, dan dengan pasti Inggris memberi dukungan penuh kepada Imam baru Saudi-Wahhabi Abdul-Aziz.

Mulailah, kebengisan yang sangat jauh dari nilai-nilai Islam yang agung dan Mulia yaitu pembunuhan demi pembunuhan, sebagaimana ditulis oleh Said K. Aburish, dalam bukunya The Rise, Corruption and the Coming Fall of the House of Saud (New York: St. Martin’s Press, 1995), p. 14).

Dia menyampaikan catatan : "Dengan dukungan kolonial Inggeris, uang dan senjata, Imam Wahhabi yang baru, pada 1902 akhirnya dapat merebut Riyadh. Salah satu tindakan biadab pertama Imam baru Wahhabi ini setelah berhasil menduduki Riyadh adalah menteror penduduknya dengan memaku kepala al-Rasyid pada pintu gerbang kota. Abdul-Aziz dan para pengikut fanatik Wahhabinya juga membakar hidup-hidup 1.200 orang sampai mati.

Imam Wahhabi Abdul-Aziz yang dikenal di Barat sebagai Ibn Saud, sangat dicintai oleh majikan Inggerisnya. Banyak pejabat dan utusan Pemerintah Kolonial Inggeris di wilayah Teluk Arab sering menemui atau menghubunginya, dan dengan murah-hati mereka mendukungnya dengan uang, senjata dan para penasihat. Sir Percy Cox, Captain Prideaux, Captain Shakespeare, Gertrude Bell, dan Harry Saint John Philby (yang dipanggil Abdullah”) adalah di antara banyak pejabat dan penasihat kolonial Inggeris yang secara rutin mengelilingi Abdul-Aziz demi membantunya memberikan apa pun yang dibutuhkannya.

Dengan senjata, uang dan para penasihat dari Inggeris, berangsur-angsur Imam Abdul-Aziz dengan bengis dapat menaklukan hampir seluruh Jazirah Arab di bawah panji-panji Wahhabisme untuk mendirikan Kerajaan Saudi-Wahhabi ke-3, yang saat ini disebut Kerajaan Saudi Arabia.

Ketika mendirikan Kerajaan Saudi, Imam Wahhabi, Abdul-Aziz beserta para pengikut fanatiknya, dan para “tentara Tuhan”, melakukan pembantaian yang mengerikan, khususnya di daratan suci Hijaz. Mereka mengusir penguasa Hijaz, Syarif, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw.

Pada bulan Mei 1919, di Turbah, di tengah malam dengan cara pengecut dan buas mereka menyerang angkatan perang Hijaz, membantai lebih 6.000 orang.

Dan pada bulan Agustus 1924, sama seperti yang dilakukan orang barbar, tentara Saudi-Wahabi mendobrak memasuki rumah-rumah di Hijaz, kota Taif, mengancam mereka, mencuri uang dan persenjataan mereka, lalu memenggal kepala anak-anak kecil dan orang-orang yang sudah tua, dan mereka pun merasa terhibur dengan raung tangis dan takut kaum wanita. Banyak wanita Taif yang segara meloncat ke dasar sumur air demi menghindari pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan tentara-tentara Saudi-Wahhabi yang bengis.

Tentara primitif Saudi-Wahhabi ini juga membunuhi para ulama dan orang-orang yang sedang melakukan shalat di masjid; hampir seluruh rumah-rumah di Taif diratakan dengan tanah; tanpa pandang bulu mereka membantai hampir semua laki-laki yang mereka temui di jalan-jalan; dan merampok apa pun yang dapat mereka bawa. Lebih dari 400 orang tak berdosa ikut dibantai dengan cara mengerikan di Taif. [Quoted in Robert Lacey, The Kingdom: Arabia and the House of Saud (New York: Harcourt Brace Jovanovich, 1981), p. 145. dan William Powell, Saudi Arabia and Its Royal Family (Secaucus, N.J.: Lyle Stuart Inc., 1982), p. dan qitori.wordpress.com]

Dan selanjutnya yang terjadi adalah penghancuran situs-situs penting Islam (data terakhir Rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya adalah Perpustakaan juga sudah dihancurkan dengan alasan perluasan masjidil haram !!),

makam-makam para keluarga, sahabat nabi diratakan dengan tanah dengan alasan hal itu bisa menyebabkan syirik

dan mereka (Wahabi) menyebut orang yang menghormati makam-makam tersebut dengan istilah "Quburiyyun",

mem-bid'ahkan Maulid Nabi,

memberantas tasawuf,

menentang madzhab dan sebagainya.

Simbol "Muwahidun" yang mereka kenakan dipakai untuk menghancurkan Ahlul bait,bahkan lebih gila lagi akan membongkar kubah hijau Makam Rasulullah SAW di Madinah, dengan alasan bahwa "Tidak Boleh mendirikan bangunan di Atas Kuburan."

Maka kerisauan dunia Islam saat itu sudah mencapai puncaknya termasuk Ulama-Ulama Indonesia (baca : NU) sudah sangat khawatir mengenai Gerakan Wahabi ini, maka para ulama yang berpengaruh berkumpul di Surabaya pada 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H, Di antaranya KH Hasyim Asy'ari (Jombang), KHR Asnawi (Kudus), KH Wahab Hasbullah (Jombang), KH Bisri Syansuri (Jombang), KH Nawawie bin Noerhasan (Sidogiri Pasuruan), KH Ma’shum (Lasem), KH Nachrowi (Malang), KH Ndoro Muntaha (Bangkalan), KH Ridwan Abdullah (Surabaya), dan KH Mas Alwi Abdul Aziz (Surabaya). Memutuskan untuk mengirimkan delegasi ke Kongres Dunia Islam (Muktamar Khilafah) di Mekah dengan nama "Komite Hijaz", untuk memperjuangkan dan mengingatkan kepada Raja Saud agar hukum-hukum menurut mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali) mendapat perlindungan dan kebebasan dalam wilayah kekuasaannya.

Delegasi Komite Hijaz terdiri dari KH Wahab Hasbullah, Syekh Ghanaim al-Mishri, dan KH Dahlan Abdul Kohar. Utusan para ulama pesantren itu, alhamdulillah, berhasil dan diterima baik oleh penguasa Saudi. Raja Saudi menjamin kebebasan ber-amaliah dalam madzhab empat di Tanah Haram dan tidak ada penggusuran makam Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa demi peristiwa terjadi, raja Saudi terus berganti, akan tetapi "Platform" mereka tetap sama yaitu Wahabisme, berkawan dengan Amerika, Inggris (dan tentunya Yahudi) meskipun tidak Nampak di permukaan, "menyerang" Ahlus Sunnah (meskipun mereka mengaku Ahlus sunnah, dan sebagai pengikut Salafus-Shalih), membid'ahkan Maulid, men-jahilkan saudara-saudara Muslim yang tidak sepaham (maka jangan heran bila Anda pergi Haji disamping diberi Gratis Kitab Suci Al Qur'an, juga dibagi Buku-buku terbitan Kerajaan Saudi, yang isinya mem-bid'ah-kan Maulid, men-jahilkan- amaliah-amaliah Jamaah haji Indonesia dan Negara lain dsb)

Gerakan Sistematis Wahabisme ini sudah masuk ke Indonesia, melalui "perebutan Masjid-masjid NU", mem-bid'ahkan amalan-amalan tertentu, bahkan meng-kafirkan saudara muslim, bahkan ada Radio AM (Roja) di kawasan Bogor yang isi siarannya seakan bermotto " Tiada hari Tanpa Istilah Bid'ah" .

Maka, …tidak heran saya ketika Tahun Baru Hijiriah 1430 H, Kota Gaza Palestina di Bombardir, dan Korban Sipil berjatuhan, Negara Arab Saudi, jangankan membatu, berkomentar saja tidak. Setali tiga Uang, ulama-ulama Kibar Saudi (semacam MUI-nya Indonesia) juga tidak ada Fatwa-nya, padahal mereka sangat produktif mengeluarkan fatwa mengenai "Haram-nya peringatan Maulid Nabi SAW", Sesatnya Syi'ah dll. Hanya kadang-kadang doa saja seperti yang dibaca Syeikh Abdurrahman Sudais pada Qunut Witir di Bulan Ramadhan, atau pada saat doa khutbah shalat Jum'at.

Maka,..Tidak heran yang berani melawan Israel dengan gigih adalah Iran - karena merasa sebagai ahlul Bait -keturunan Nabi Muhammad SAW (bahkan saat ini membuka pendaftaran relawan syuhada untuk bertempur dengan Zionis Israel) dan sudah terbukti tahun 2006 ketika Syeik Hasan Nasrallah (pemimpin Hezbollah Lebanon) menang telak dengan Israel. (London: Frank Cass, 1976), p. 15-16, menyampaikan fakta bahwa: Ketika Inggeris menjajah Bahrain pada 1820 dan mulai mencari jalan untuk memperluas daerah jajahannya, Dinasti Saudi-Wahhabi, yang baru mulai dirintis menjadikan kesempatan ini untuk memperoleh perlindungan dan bantuan Inggeris.

Maka,...kami sangat mendukung apa yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia, membantu Palestina dengan material dan obat-obat an, mari galang kekuatan untuk mematahkan dominasi Israel, mari dukung dengan apa yang kita punya, Insya Allah, yang dhalim akan hancur. Amin

Allahumma Arinal haqqa, haqqa warzuqna ttiba'ah, wa arinal batila, batila, warzuqna jtinabah,..amin ya rabbal alamin ( gus Arifin/ketua dewan syuro agus arifin institute)

http://abuumar.multiply.com/journal/item/293/Kok_Wahabi_Saudi_Diam_Saja

Category : edit post

4 Response to "Kenapa Wahhabi Berdiam Diri"

  1. BalQis Said,

    Assalamualaikum...

    Wah, terima kasih kerana brkongsi fakta ini.

    Sekarang sudah tahu siapa wahabi dan kaitannya dengan Arab saudi!

    salam perkenalan dari saya,
    balqis

     

  2. Anonymous Said,

    http://www.aawsat.com/details.asp?section=4&article=502023&issueno=10999n

     

  3. PENDAFTARAN BELA NEGARA
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Untuk Wali Wali Allah dimana saja kalian berada
    Sekarang keluarlah, Hunuslah Pedang dan Asahlah Tajam-Tajam

    Api Jihad Fisabilillah Akhir Zaman telah kami kobarkan
    Panji-Panji Perang Nabimu sudah kami kibarkan
    Arasy KeagunganMu sudah bergetar Hebat Ya Allah,

    Wahai Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
    hamba memohon kepadaMu keluarkan para Muqarrabin bersama kami

    Allahumma a’izzal islam wal muslim wa adzillas syirka wal musyrikin wa dammir a’da aka a’da addin wa iradaka suui ‘alaihim yaa Robbal ‘alamin.

    Wahai ALLAH muliakanlah islam dan Kaum Muslimin, hinakan dan rendahkanlah kesyirikan dan pelaku kemusyrikan dan hancurkanlah musuh-mu dan musuh agama-mu dengan keburukan wahai RABB
    semesta alam.

    Allahumma ‘adzdzibil kafarotalladzina yashudduna ‘ansabilika, wa yukadzdzibuna min rusulika wa yuqotiluna min awliyaika.

    Wahai ALLAH berilah adzab…. wahai ALLAH berilah adzab…. wahai ALLAH berilah adzab…. orang-oramg kafir yang telah menghalang-halangi kami dari jalan-Mu, yang telah mendustakan-Mu dan telah membunuh Para Wali-Mu, Para Kekasih-Mu

    Allahumma farriq jam’ahum wa syattit syamlahum wa zilzal aqdamahum wa bilkhusus min yahuud wa syarikatihim innaka ‘ala kulli syaiin qodir.

    Wahai ALLAH pecah belahlah, hancur leburkanlah kelompok mereka, porak porandakanlah mereka dan goncangkanlah kedudukan mereka, goncangkanlah hati hati mereka terlebih khusus dari orang-orang yahudi dan sekutu-sekutu mereka. sesungguhnya ENGKAU Maha Berkuasa.

    Allahumma shuril islam wal ikhwana wal mujahidina fii kulli makan yaa rabbal ‘alamin.

    Wahai ALLAH tolonglah Islam dan saudara kami dan Para Mujahid dimana saja mereka berada wahai RABB Semesta Alam.
    Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin

    Wahai Wali-wali Allah Kemarilah, Datanglah dan Berkujunglah dan bergabunglah bersama kami kami Ahlul Baitmu

    Al Qur`an adalah manhaj (petunjuk jalan) bagi para Da`i yang menempuh jalan dien ini sampai hari kiamat, Kami akan bawa anda untuk mengikuti jejak langkah penghulu para rasul Muhammad SAW dan pemimpin semua umat manusia.

    Hai kaumku ikutilah aku, aku akan menunjukan kepadamu jalan yang benar (QS. Al-Mu'min :38)

    Wahai para Ikwan Akhir Zaman, Khilafah Islam sedang membutuhkan
    para Mujahid Tangguh untuk persiapan tempur menjelang Tegaknya Khilafah yang dijanjikan.

    Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

    Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

    301. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

    302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
    - ahli segala macam pertempuran
    - ahli Membunuh secara cepat
    - ahli Bela diri jarak dekat
    - Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

    303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
    - Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
    - Ahli Pembuat BOM / Racun
    - Ahli Sandera
    - Ahli Sabotase

    304. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

    305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
    - ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
    - Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
    - Ahli enkripsi cryptographi
    - Ahli Satelit / Nuklir
    - Ahli Pembuat infra merah / Radar
    - Ahli Membuat Virus Death
    - Ahli infiltrasi Sistem Pakar

    Semua Negara adalah Negara Dajjal, sebab itu
    Bunuhlah Tentara , Polisi dan semua pendukung negara dajjal dimana saja berada

    Disebarluaskan
    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Syuaib Bin Shaleh
    singahitam@hmamail.com

     

  4. IMAM MAHDI MENYERU UNTUK PARA IKHWAN
    BENTUKLAH PASUKAN MILITER PADA SETIAP ZONA
    ISLAM
    SAMBUTLAH UNDANGAN PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
    Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
    bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah
    senjata kalian.

    Dengan memohon Ijin Mu Ya Allah Engkaulah Pemilik Asmaul
    Husna, Ya Dzulzalalil Matien kami memohon dengan namaMu
    yang Agung
    Pemilik Tentara langit dan Bumi perkenankanlah kami
    menggunakan seluruh Anasir Alam untuk kami gunakan sebagai
    Tentara Islam untuk Menghancurkan seluruh Kekuatan
    kekufuran, kemusyrikan dan kemunafiqan yang sudah merajalela
    di muka bumi ini hingga Dien Islam saja yang berdaulat , tegak
    perkasa dan hanya engkau saja Ya Allah yang berhak disembah !

    Firman Allah: at-Taubah 38, 39
    Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan
    orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu
    kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka
    dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah
    kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat,
    melainkan sedikit sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah
    menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar
    kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada
    Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

    Berjihad itu adalah satu perintah Allah yang Maha Tinggi,
    sedangkan mengabaikan Jihad itu adalah satu pengingkaran dan
    kedurhakaan yang besar terhadap Allah!

    Firman Allah: al-Anfal 39
    Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah
    agama untuk Allah.

    Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah
    kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai
    penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan
    kepada manusia di bumi.

    Ketahuilah !, Semua Negara Didunia ini adalah Negara Boneka
    Dajjal

    Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan
    memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-
    Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada
    sesama manusia karena itu adalah FITNAH

    Firman Allah: al-Hajj 39, 40
    Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi,
    disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
    untuk menolong mereka itu. Iaitu
    orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran,
    melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

    Firman Allah: an-Nisa 75
    Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk
    (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki,
    perempuan-perempuan dan kanak-kanak .

    Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan
    (al-Baqarah 217)

    Firman Allah: at-Taubah 36, 73
    Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka
    memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama
    orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap
    orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap
    mereka.

    Firman Allah: at-Taubah 29,
    Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada
    mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan
    tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara
    ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan
    tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

    Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu
    minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa /
    kampung.

    Bersiaplah menjadi Tentara Islam akhir Zaman sebelum anda
    dibantai oleh Zionis,Salibis,Munafiq dan Musyrikin
    Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam
    secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

    Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
    ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera
    Hitam
    Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah
    Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

    email : seleksidim@yandex.com

    Dipublikasikan
    Markas Besar Angkatan Perang
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

     

Followers

Pautan

Komuniti Blogger Azhari