"BUKAN SENANG TAPI MUDAH" KALAU KITA MENJAGA ADAB DAN AJKHLAK, PERJALANAN KITA MENUJU ALLAH MENJADI MUDAH.
eBooks, Software and Downloads

Alam Kubur (Barzakh)

Posted by Nabiha Al-Khalidiy On 9:01 AM 0 comments

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

"Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya" Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Bermaksud) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."

Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang bermaksud) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."

Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."

Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang bermaksud) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa keilliyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa kesijjin."

Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."

Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:

*

Menjaga sembahyang lima waktu
*

Banyak bersedekah
*

Banyak membaca al-quran
*

Memperbanyak bertasbih (membaca: Subhanallah walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billah)

Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:

*

Dusta
*

Kianat
*

Adu-adu(mengadu domba)
*

Menjaga kencing, sebab Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."

Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."

Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."

Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa Allah s.w.t. yang sangat ngeri dan dahsyat.

Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat Allah s.w.t. disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah s.w.t. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna'iem (Syurga yang serba kenikmatan).

Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."

Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." (Yang bermaksud)"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."

Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur sajan demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."

Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat."

Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:

*

Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.
*

Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.
*

Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.
*

Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.
*

Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku.

Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.

Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah: Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).

Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:

*

Ketika melihat Malakulmaut
*

Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier
*

Ketika menghadapi hisab dihari kiamat

Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:

*

Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam
*

Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat
*

Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga.

Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:

*

Allah s.wt. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar
*

Mudah dan ringan hisabnya
*

Diampunkan segala dosanya

Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:

*

Ketika mati
*

Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut
*

Ketika hisab
*

Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat

Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnyanya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:

*

Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."
*

atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang menguatkan."

Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.

Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. (Yang bermaksud) "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."

Demikian pula ayat: "Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. (Yang bermaksud) "Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."

Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: Allah tuhanku, dan agamaku Islam dan Nabiku Nabi Muhammad s.a.w. Lalu Malaikat itu berkata: Allah yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya Allah menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka Allah menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pingsan)

Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keudanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya Rasullullah, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" Nabi Muhammad s.a.w menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah s.w.t.. Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."

Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengtahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Muhammad s.a.w? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana Nabi Muhammad s.a.w juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur."

A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yyahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad s.a.w maka Nabi Muhammad s.a.w memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada Allah s.w.t. dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah s.w.t. telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga Allah s.w.t. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah s.w.t. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.

Read More..

Hukum Zikir Beramai-ramai

Posted by Nabiha Al-Khalidiy On 9:06 AM 2 comments

Sheikh Allamah Musnid Prof. Dr. Ali Jum'ah (Mufti Mesir) mengatakan (dalam buku beliau "Al-Bayan") bahawa: " Berhimpun untuk melakukan zikir secara berjemaah dalam satu halaqah (perhimpunan) merupakan suatu amalan yang sunnah, yang bersandarkan dalil syarak yang mulia.

"Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud: "Bersabarlah kamu (tekunlah kamu) takkala bersama dengan orang-orang yang yang menyeru kepada Tuhan mereka (berdoa dan berzikir), samada petang ataupun pagi, dalam mengharapkanNya..." (Al-Kahfi: 28)

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya, bagi malaikat itu, sekumpulan malaikat... Berzikir Secara Jahar dan beramai-ramai.

Sheikh Allamah Musnid Prof. Dr. Ali Jum'ah (Mufti Mesir) mengatakan (dalam buku beliau "Al-Bayan") bahawa: " Berhimpun untuk melakukan zikir secara berjemaah dalam satu halaqah (perhimpunan) merupakan suatu amalan yang sunnah, yang bersandarkan dalil syarak yang mulia.

"Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud: "Bersabarlah kamu (tekunlah kamu) takkala bersama dengan orang-orang yang yang menyeru kepada Tuhan mereka (berdoa dan berzikir), samada petang ataupun pagi, dalam mengharapkanNya..." (Al-Kahfi: 28)

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya, bagi malaikat itu, sekumpulan malaikat yang berlegar-legar dalam mencari ahli zikir. Maka, apabila mereka (malaikat) mendapati satu kaum berzikir kepada Allah s.w.t., mereka (malaikat) akan berkata (kepada sesama para malaikat yang lain): "marilah segera kepada hajat kamu (apa yang kamu hajati)" Maka, mereka menaungi golongan yang berzikir (secara berjemaah tersebut) dengan sayap-sayap mereka sehingga ke langit dunia..." Al-Hadis. (riwayat Al-Bukhari).

Dari Mu'awiyah r.a. telah berkata, bahawasanya Nabi s.a.w. pernah keluar menuju ke halaqah para sahabat Baginda s.a.w.. Lalu, Baginda s.a.w. bertanya (kepada para sahabat yang berhimpun tersebut): "Apa yang menyebabkan kamu semua duduk berhimpun ini?" Mereka menjawab: "Kami duduk untuk berzikir kepada Allah s.w.t., memujiNya terhadap nikmatNya takkala Dia memberi hidayah kepada kami dalam memeluk Islam..." sehinggalah sabda Nabi s.a.w.: "Sesungguhnya Jibril telah datang kepadaku dan memberitahuku bahawa Allah s.w.t. berbangga terhadap kamu di hadapan mara malaikat" (hadis riwayat Muslim)

Dari Abi Hurairah r.a. telah berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: "Tidaklah duduk sesuatu kaum, akan suatu majils untuk berzikir kepada Allah, melaikan para malaikat akan menaungi mereka, akan terlimpah rahmat ke atas mereka, dan Allah s.w.t. juga akan memperingati mereka..." (hadis riwayat Muslim)

Imam An-Nawawi dalam syarah beliau mengatakan bahawa: "hadis ini menunjukkan tentang kelebihan majlis-majlis zikir dan kelebihan orang-orang yang berzikir, serta kelebihan berhimpun untuk berzikir beramai-ramai.

-tamat ringkasan nukilan-
http://ustazazhar.com/v1/lain-lain/hukum-zikir-beramai-ramai.html

Read More..

Ruhul Zikri (Renungan Bersama)

Posted by Nabiha Al-Khalidiy On 8:14 AM 3 comments

Petikan dari Buku ruhul Zikri Jilid ke-1 ini mengandungi sebahagian dari kata-kata sufi Syeikh Mahmud atau nama penuh beliau Syeikh Muhyiddin Abdul Qadir Mahmud al-Kedahi, pengasas Madrasah Nurul Iman yang dipetik daripada syarahan mahupun nasihat beliau kepada murid-muridnya. Kata-kata sufi yang diungkap oleh Syeikh Mahmud mempunyai mutiara kata makna yang mendalam, dimana ada sebahagian daripada kata-kata beliau tidak boleh difahami atau dibuat bandingan secara langsung mengikut fahaman orang awam.

Mutiara kata yang indah dan bermakna ini juga diharap -dengan rahmat dan kasih sayang Allah – dapat menangkis tuduhan-tuduhan liar selama ini terhadap ilmu Tasawuf. Semoga petikan dari buku ini menjadi santapan rohani yang dapat membersihkan jiwa dan mendorong hati untuk menjadi hamba Allah yang sehamba-hambaNya di dunia-Nya ini, Insya Allah.

1. Perkara kerohanian tidak boleh difaham dengan aqal, nafsu dan ilmu. Jika boleh
dengan ilmu, sudah tentulah Imam Ghazali tidak mengaji dengan Yusuf Nasaji dan
Sheikh Abdul Wahab Sya’rani tidak mengaji dengan Ali Khawas. Cukuplah mereka ini
menjadi contoh.

2. Belajar kereta perlu ada guru, nak kenal Allah tak perlu guru. Ini awal-awal lagi
syaitan tipu.

3. Duka dan suka di dalamnya makrifah lebih manis daripada madu, lebih putih
daripada susu. Duka dan suka di dalamnya kekufuran dan kesyirikkan lebih pahit
daripada hempedu dan lebih busuk daripada budu.

4. Kalau nak berjalan (di dalam perjalanan Ahlullah). Mengaku kita tak terpakai (tak
berguna dan banyak dosa), lebih senang, mudah-mudahan Allah S.W.T. ampun dosa
kita.

5. Bila ibadat kita palsu, kita ikut hawa nafsu. Seperti kapal terbang palsu yang
banyak jual di kedai.

6. Selagi mana kita boleh ikut hawa nafsu menunjukkan kita masih palsu.

7. Cari jalan mengendalikan ummah asalkan mempraktikkan Sunnah.

8. Orang yang diberi mudah (untuk menjalani jalan kesufian) apabila ada darah
(keturunan) kesufian. Tiada dosa besar. Tiada amalan kejinan (khadam). Banyakkan
selawat, istighfar, zikir dan baik adab dengan Allah S.W.T., zuhud, tinggalkan
makhluk, bersungguh-sungguh dengan Allah S.W.T., istiqomah, tegas, tiada tujuan
dunia dan akhirat.

9. Selagi mana terasa kita banyak ibadat, itu tanda kurang ikhlas tidak menuju
“Rodhiah” tetapi terhenti kepada Abid tidak fana’ ‘ul-fana’.

10.Perkara kerohanian tidak boleh difaham melainkan rahmat Allah S.W.T. melalui
Rasulullah SAW, melalui ahli zaman dan dengan bermunajat kepada Allah S.W.T.
Kalau kenal dengan cerita-cerita orang (perasaan kita tidak sah).

11.Kalau tak senang dengan sesuatu - DIAM!

12.Cakap salah tak cakap salah, cakaplah kerana Allah S.W.T. Semoga jadi hamba Allah
S.W.T.

13.Kerja dunia boleh tangguh-tangguh, kerja akhirat tak boleh tangguh-tangguh.

14.Watak Aulia - kena maki tak mudarat, kena puji tak manfaat.

15.Kenal Allah S.W.T. lebih mudah daripada kenal para wali, kerana mereka Allah
S.W.T. pakaikan dengan sifat kekurangan. Sebagai mana kafir musyirikin tidak
mengenal Rasulullah S.A.W. (walhal Rasulullah, Allah S.W.T. pakaikan baginda
dengan penuh sifat-sifat kesempurnaan).

16.Hendak kenal wali tanyalah Allah S.W.T., jangan tanya orang.

17.Para wali tidak boleh dikenal dengan hawa nafsu.

18.Saya berdoa kepada Allah S.W.T. nak jadi hamba Allah S.W.T., bukan nak jadi wali.

19.Buat ibadat nak jadi wali – syirik!

20.Allah S.W.T. tak pilih orang malas jadi wali.

21.Kalau kita kasih orang yang Tuhan benci, itu satu penyelewengan.

22.Orang yang sebenar cinta Allah S.W.T. tidak takut menghadapi cabaran hidup dunia.

23.Saya nak bawa kamu jadi hamba Allah S.W.T.

24.Saya tak ajar kamu melampau (berani dan semangat yang tak ketahuan). Saya tak
ajar kamu menjadi pengecut. Saya ajar kamu jadi hamba Allah S.W.T. yang bertaqwa.

25.Saya hamba Allah S.W.T. macam kamu juga. Saya tidak tahu melainkan apa yang Allah
S.W.T. bagi tahu. Kalau Dia tak bagi tahu, saya pun tak tahu.

26.Dia Tuhan! kita hamba. Jangan campur urusan Tuhan. Manusia jenis apa ini? Dia
nak atur Tuhan. Dia suruh Tuhan ikut dia.

27.Taslim (penyerahan). Nak pun tidak, tak nak pun tidak. Cepat pun tidak, lambat
pun tidak.

28.Hidup atas dunia tak mahu ikut nabi, aulia atau orang soleh. Bila mati nak duduk
sekali dengan orang soleh ini cerita kartun.

29.Waktu hidup ikut Firaun, Qarun dan Haman. Bila mati nak masuk Syurga, dengan nabi
Musa a.s. dan Harun a.s. Logik tak?

30.Tak guna hidup kalau mementingkan diri sendiri sahaja.

31.Uwais Al-Qarni, jasadnya mengembala unta, rohnya mengembala manusia beriman
kepada Allah S.W.T.

32.Manusia, banyak tak dapat taufik hidayah sebab ikut nafsu amarah kemudian berdoa
dengan Tuhan. Sepatutnya kena tinggalkan nafsu dulu. Allah S.W.T. jadikan nafsu
Amarah supaya kita tinggalkan bukan untuk ikut.

33.Cara cuci hati. Banyakkan baca Al-Quran, ingat mati dan hadir majlis zikir. Bila
hati suci, barulah ada tauhid.

34.Ilmu (kesufian) ini bukan boleh diwarisi. Kalau boleh tentulah saya bagi anak
isteri saya dulu, tetapi ia adalah anugerah Tuhan.

35.Saya mengaji (ilmu perjalanan Ahlullah) dengan air mata (banyak menangis).

36.Penyatuan orang mukmin dengan air mata (menangis kerana mengenangkan keagungan
Tuhan). Penyatuan orang yang tak mukmin dengan gelak ketawa. Macam kera maka
jadilah kera.

37.Tuhan tidak bagi taufik hidayah pada orang yang zalim. Sebesar-besar kezaliman
ialah mengikut hawa nafsu.

38.Berjayanya seseorang itu sebanyak mana tumpuan yang dibuat. Banyak tumpuannya,
banyaklah kejayaannya, kurang tumpuannya, maka kuranglah kejayaannya.

39.Matlamat saya bukannya batu, kayu (bangunan) dan ramai orang, tetapi saya nak
orang yang bersungguh mengikuti garisan syariat dan Thoriq.

40.Saya mengajar ilmu para wali bukannya tok sami!

41.Saya hanya boleh nasihat, saya tak boleh memberi manfaat dan mudharat. Buat
ibadat nak fadhilat, nanti berkulat. Buat nak berkat nanti melekat.

42.Saya kagum dengan ketahanan yang ada pada Hallaj, orang korek mata, kerat tangan
dia, dia tidak rasa sakit.

43.Nasihat hanya boleh diberi sebelum nyawa di halqum (garghorah). Selepas garghorah
tidak ada gunanya lagi.

44.Kesufian bukan boleh di dapati dengan seminar dan pena. Kesufian boleh di dapati
dengan zuhud dan yakin.

45.Kekufuran tidak boleh menghilangkan kekufuran. Hanya keRasulan, kenabian dan
kewalian sahaja yang boleh menghilangkan kekufuran.

46.Hanya ketaqwaan yang tinggi sahaja yang boleh menundukkan kesombongan, kekufuran
dan kesyirikkan sebagai mana Ibrahim Khalilullah menghancurkan kerajaan Namrud.

47.Jangan buat ibadat pura-pura, nanti jadi kura-kura.

48.Kamu jangan biadap dengan Allah S.W.T.

49.Kamu jangan jadi seperti kerengga, dia duduk di pokok buah-buahan tetapi tak
makan buah, bila ada manusia nak ambil buah dia pun kacau (marah).

50.Saya berjalan tidak kisahkan orang. Jangan kacau orang. Orang kacau kita, tidak
mengapa.

51.Maksud Al Quran “Hendaklah kamu berzikir banyak, mudah-mudahan kamu semua
mendapat kejayaan” (Surah Al Jumaah Ayat 10). Allah S.W.T. tidak bagi tahu banyak
mana, sekurang-kurang banyak ialah sampai Mutmainnah.”

52.Selagi belum Mutmainnah, selama itu punah ranah.

53.“Ada yang lain lagikah? Tak ada lagi dah. Mari kita pakat duduk di atas Laila
haillallah”. Tok Ayah Said r.a.

54.Nabi Yunus a.s., duduk dalam perut ikan tapi, tak jadi tahi, sebab baginda
membaca “Laila hailla anta subhanaka inni kuntu minazzolimin”. Oleh itu supaya
kita, tidak menjadi tahi dunia, maka banyakkanlah membaca “Laila hailla anta
subhanaka inni kuntu minazzolimin”.

55.Ulama’ terhijab dengan ilmunya, ‘abid terhijab dengan ibadahnya, zahid terhijab
dengan zuhudnya dan soleh terhijab dengan kesolehannya. Ini semuanya dinamakan
hijab nurani.

56.Bila mata kita muafakat dengan syariat, telinga kita muafakat dengan syariat,
fikiran kita muafakat dengan syariat, tangan kita muafakat dengan syariat,
namanya bersungguh-sungguh.

57.Sekiranya apa yang saya anjurkan, sampaikan atau yang saya lakukan ini tidak
muafakat dengan garisan Al-Quran dan Sunnah tolong jangan pakai. Saya menerima
setiap kritikan yang membina.

58.Matlamat kita ialah keimanan dan ketaqwaan dan menentang kekufuran dan kesyirikan
di dalam segenap aspek.

59.Kita tidak menentang sains dan teknologi kerana ia adalah rahmat Allah S.W.T.
tetapi kita menentang kekufuran dan kesyirikan di dalam sains dan teknologi.

60.Saya berdoa kepada Allah S.W.T. “Ya Allah, hamba mu ini tak pandai nak memanggil
(menyeru) berdakwah macam orang lain. Jadi Engkau hantarlah mereka-mereka yang
Engkau Kehendakki dan Rahmati ke sini, sebagaimana Nabi Ibrahim a.s. di perintah
oleh Allah S.W.T. menyeru manusia datang ke rumahnya (Baitullah).

61.“Buat kerana Allah – Mahmud!” Nasihat Tuan Guru Haji Hussin Dol r.a. kepada saya.

62.Perjalanan saya muafakat dengan perjalanan Maulana Ilyas r.a. (Pengasas Jemaah
Tabligh, Ahli Zaman Abad 14 hijrah) dari segi menghancur hati kepada Allah S.W.T.
cuma caranya berbeza tetapi matlamatnya sama. Seperti nelayan nak menjadi
jutawan, tauke kilang nak jadi jutawan, peladang nak jadi jutawan. Walaupun
caranya berbeza tetapi matlamat mereka sama, nak jadi jutawan!

63.Kamu boleh paksa anak kamu untuk dunia, tak cukup dengan sekolah pergi tusyen
lagi. Tapi kenapa dengan halqah zikir kamu tak boleh buat?

64.Sebenarnya kita kena asuh perkara ini (jalan orang-orang muqarrabin) daripada
awal lagi kerana semua wali Allah S.W.T. yang besar mula daripada kecil.

65.Punca-punca kehancuran umat Islam hari ini tidak ada lain iaitu ananiah ikut
nafsu.

66.Bukan orang lain dan unsur-unsur lain merosakkan kamu tetapi nafsu kamulah yang
merosakkkan kamu sendiri.

67.Air mata takut Allah S.W.T. tak sama dengan air mata lembu. Macamana air mata
lembu? Bila dia lapar dia menangis, bila dia sakit dia menangis, bila anak dia
mati dia menangis. Macam itulah air mata orang tidak takut Allah S.W.T.

68.Menurut hadis, setitik air mata orang yang takut Allah S.W.T. boleh memadamkan
api neraka. Apatah lagi api dunia dan bom atom, bom nuklear - kalau dibandingkan
dengan api neraka! Sebab itulah Ibllis dan konco-konconya mencari jalan untuk
memupuskan jalan-jalan orang yang takut Allah.

69.Allah S.W.T. menceritakan di dalam Al-Quran “Sesungguhnya zikrullah itu Maha
Besar, Maha Agung” (Surah Al Ankabut Ayat 45). Maknanya zikrullah itu lebih hebat
daripada bom atom. Pasal inilah Yahudi dan konco-konconya menghalang orang
berzikir dan halqah zikir.

70.Kalau beramal nak dunia, nak hebat, nak kebal dan bermacam-macam lagi samalah
dengan Iblis. Iblis berdoa (meminta kebolehan atau kehebatan) kepada Allah nak
menyesatkan manusia.

71.Serban putih dan jubah putih senang di beli, yang tiada dijual perut yang bersih
walaupun hendak di beli dari wali Allah bahkan dari Rasulullah kerana taufiq dan
hidayah di tangan Allah.

72.Hari ini ramai orang membicarakan karomah para aulia, karomah Sultan ‘Aulia
Sheikh Abdul Qadir Al Jilani tetapi kenapa tidak mengkaji cara-cara dan
punca-punca hendak mendapat karomah.

73.Saya menceritakan perjalanan muqarrabin. Oleh itu janganlah kamu menghukum
(membuat andaian) di atas pandangan orang-orang hasanah. Kerana kebaikkan
orang-orang hasanah adalah kekejian bagi orang muqarrabin.

74.Manusia di hari ini hanya menceritakan para aulia yang dah mati seperti Ibnu
Arabi, Al Ghazali, Hallaj dan ramai lagi. Tetapi kenapa mereka tak mahu mencari
para aulia yang hidup di zaman kita ini? Seolah-olahnya mereka mahu aulia yang
dah mati itu hidup semula, lebih baik minta Rasullah S.A.W. hidup balik untuk
membimbing kita, kerana baginda Saiyidul Mursalin – ini lebih afdal!

75.Kamu, kereta boleh beli tetapi jam loceng untuk mengejut waktu tahajud tak boleh
beli.

76.Berpegang teguhlah dengan kitab Allah dan Sunnah Rasullallah.

77.Orang kafir yang makan ular, bisa ular tidak menjejaskan mereka kerana dalam
badan mereka ada sel-sel darah ular. Kita orang Islam tak makan ular, kemudian
kita tak buat perkara yang lebih bisa dari bisa ular (zikir, istighfar dan
selawat).

78.Bila (iman) kita lemah, maka orang-orang yang lebih lemah daripada kita akan
mengambil kesempatan daripada kelemahan kita. Jalan penyelesaiannya, dengan kita
memperbaikki diri kita.

79.Allah S.W.T. tak terima doa orang yang mengikut nafsu Ammarah.

80.Maafkan segala kesalahan orang-orang yang membuat kesalahan dengan kita walaupun
mereka tidak memohon maaf.

81.Orang yang tak berani menghadapi ujian, itu orang bodoh. Kalau tak ada ombak yang
besar macam mana orang yang main luncur ombak hendak rasa keseronokkan bermain
ombak.

82.Kalaulah binatang buas boleh di latih sebagaimana harimau, gajah dan beruk sarkes
dilatih untuk membuat pertunjukkan (boleh dijinakkan), apatah lagi manusia kerana
Allah berfirman “Walhal mereka seindah-indah makhluk Allah” (Surah Tin Ayat 4).

83.Jadilah hamba Allah, buatlah kerana Allah, MasyaAllah!

84.Jikalau kulit saya kamu salin ke tubuh kamu, darah saya kamu tukar ke dalam jasad
kamu, daging dan tulang saya kamu pakai sekalipun! Kamu tak akan dapat
sebagaimana saya dapat sekiranya kamu tak bersungguh - sebagaimana saya
bersungguh-sungguh dengan Allah.

85.Bukan nak (zikir dengan suara) kuat, bukan perlahan. Matlamat kita hancur hati
dengan Allah tetapi kebiasaanya nak hancurkan batu gunung untuk buat jalan kena
gunakan bahan letupan. Kemudian batu tadi di masukkan di dalam masing penghancur,
tentulah proses ini mengeluarkan bunyi yang kuat. Apatah hati manusia lebih keras
dari batu.

86.Saya tak bimbang anak-anak saya tak makan kerana rezeki, Allah sudah jamin. Yang
saya bimbang anak-anak saya tak ada iman.

87.Saya tak setuju dengan orang-orang yang hanya bercerita tentang datuk nenek
mereka orang hebat, orang soleh dan tok wali. Dia tu macam mana? Sepatutnya dia
boleh lebih (dapat) lagi, atau pun sekurang-kurangnya dapat sama macam datuk
nenek mereka. Kalau guru buat matan, murid buat syarah. Ini tidak – masuk hutan!
(tak terpakai).

88.Fahaman Wahabi ialah fahaman yang berpegang kuat dengan zohir syariat. Mereka
tidak terbuka rahsia syariat. Jika kita berpegang kuat denga syariat dan hakikat,
mereka tak boleh makan kita.

89.Kalaulah anjing yang mengikut pemuda Ashabul Kahfi, Allah masukkan ke dalam
syurga. Apatah manusia yang bersungguh-sungguh mengikuti perjalanan Ahlullah. Ada
orang yang menulis nama-nama mereka (Ashabul Kahfi) untuk dibuat azimat sahaja.
Ini saya tak setuju, sepatutnya kita kena ikut langkah mereka untuk menyelamatkan
iman. Kita pun akan sama dapat kekuatan macam mana yang Allah anugerahkan kepada
mereka.

90.Kamu tentang makan, kamu pandai. Untuk menyedapkan sesuatu makanan berbagai
ramuan digunakan, tetapi kenapa untuk mendapat kemanisan di dalam ibadah – kamu
tak pandai?

91.Duduklah tang manapun, di parit longkang, di dalam istana, di atas, di bawah, di tepi, di tengah, di laut atau di darat. Matlamat kita ialah kehambaan.

92.Pohonlah kepada Allah untuk berjumpa dengan guru yang boleh membimbing kamu ke
jalan Allah.

93.Di dalam perjalanan Ahlullah, baka keturunan adalah salah satu perkara yang
sangat penting. Sebab itulah Rasullullah S.A.W. suruh memilih perempuan yang
beragama untuk dijadikan isteri.

94.Untuk menyucikan darah-darah keturunan yang tak terpakai, darah kejinnan, darah
kekufuran dan kesyirikan. Hendaklah menghabiskan selawat sebanyak 5.6 juta.

95.Kalau kita tak larat nak berjalan, jadilah tangga untuk orang-orang yang nak
berjalan.

96.Setengah orang seronok membaca dan mendengar keromah Syaikh Abdul Kadir Al
Jilani. Nasihat Syaikh Abdul Kadir Al Jilani dia tak baca! Bacalah nasihat Syaikh
Abdul Kadir Al Jilani, Fathul Ghaib dan Fathur Rabbani.

97.Ada dua jalan manusia menuju Allah S.W.T:

Jalan Nubuwwah

Jalan Nubuwwah bermula sejak Nabi Adam a.s hingga Nabi Muhammad S.A.W. Jangka masa ini tidak diketahui oleh sebarang manusia, kecuali Allah S.W.T sahaja. Inilah jangka masa manusia mencapai Allah S.W.T , di mana wahyu sentiasa di turunkan. Zaman Nubuwwah ini telah berakhir dengan Nabi Muhammad S.A.W dan tidak akan bermula lagi.



· Zaman Wilayat (kewalian)

Zaman wilayat di mana para aulia menunjukkan manusia jalan kepada Allah S.W.T sehingga akhir zaman. Bila zaman Nubuwwah berakhir, maka dari situ zaman wilayat bermula. Wilayat bermula dengan para-para sahabat, diikuti oleh para tabien yang berlandaskan hadis Akbaru Tabik, Uwais Al Qarni. Jalan ini berterusan hingga Syaikh Abdul Kadir Al Jilani pada abad ke 5 Hijrah di mana mahkota wilayat telah di anugerahkan kepada beliau.

Zaman wilayat ini bermula dari zaman sahabat hingga ke zaman Saiyidina Muhammad Al Mahdi. Semua aulia di dalam dunia ini mencapai Allah melalui warasatul aulia (bimbingan para aulia).

Allah S.W.T membimbing mereka melalui syariat, tarikat, hakikat dan makrifat. Pancaran nur kalimah ‘La ila haillallah’ yang di bawa oleh Nabi Muhammad S.A.W sentiasa dikawal dan diperlihara oleh para aulia supaya memancar dan bersinar.

98.Saya kalungkan mutiara di leher anjing, mudah-mudahan ia menjadi kambing.

99.Sembahyang 5 waktu di wajibkan pada tahun ke 10 daripada kenabian dan kerasulan.
Sebelum itu Rasulullah menyuruh para sahabat menguatkan iman dengan banyak
menyebut ‘La ilaha illallah’.

100.Bilal bin Rabbah r.a seorang hamba abdi. Orang yang dipandang hina oleh
masyarakat tetapi berhubung dengan keimanan dan tauhid, dia seorang yang mulia
dan cerdik. Beliau tidak tunduk kepada kekufuran dan kesyirikkan walaupun
jasadnya disiksa. Di hari ini, kita ada ramai golongan cerdik pandai, ada
pensyarah, ada jurutera, ada doktor, ada ulama; tetapi berhubung dengan keimanan
dan tauhid, kita jauh ke belakang dan lebih bodoh daripada Bilal r.a.

101.Kamu jangan sangka, kamu ikut saya, duduk majlis saya, sembahyang belakang saya,
kamu dah dapat masuk syurga. Saya pun belum tentu lagi Allah nak letak di mana,
di syurga atau neraka!

102.001 (zero, zero, one) ini nombor kod Ahlullah. Kosong dunia, kosong akhirat,
hanya Allah yang Esa.

103.Bergaul dengan jutawan berasa nak manfaat dari mereka. Syirik! Tengok benda
seronok, berasa seronok. Syirik dengan ‘seronok’. Duduk dengan orang jahat dan
ganas, berasa takut dia kacau kita. Syirik dengan ‘takut’ pula. Bila tengok
perkara yang tak elok dan tak berkenan, tak nak dan tak mahu pula. ‘Syirik
dengan tak nak’. Tengok perkara yang berkenan dan menawan berasa nak. Syirik
dengan ‘nak’ pula.

104.Kalau kereta rosak ada tukang yang akan baikinya. Kalau orang rosak siapa yang
nak baiki?

105.Jadilah hamba Allah sehamba-hambanya. Kalau orang bertanya siapa yang paling
banyak dosa? Angkatlah tangan!

106.Berdoalah kepada Allah supaya buta mata daripada melihat perkara yang dilarang.
Pekak telinga daripada mendengar perkara yang di larang. Bisu mulut daripada
bercakap perkara yang ditegah. Batukan anggota daripada melakukan perkara yang
Allah larang.

107.Orang munafiq di zaman ini tak senang dengan pakaian sunnah.

108.La hau la wala quwwata illa billah. Cakap senang ,nak duduk di atas garisannya
payah.

109.Kemerdekaan yang sebenar ialah apabila bebas daripada belenggu hawa nafsu.

110.Orang Melayu terhijab dengan bahasa Melayunya, orang India terhijab dengan
bahasa Tamilnya. Orang Cina terhijab dengan bahasa Cinanya. Orang Jawa terhijab
dengan bahasa Jawanya. Orang “ARAB” pun terhijab dengan bahasa Arabnya.

111.Perkara yang kita tak tahu tidak semestinya perkara tersebut tak betul.

112.Orang yang loyar buruk dengan ALLAH ialah orang yang loyar buruk dengan Aulia
Allah.

113.Bala yang Allah kenakan kepada kita adalah setimpal dengan amal perbuatan kita.

114.Bila kita buat kebajikan. Pandanglah, bahawa itu semuanya anugerah dan rahmat
Allah. Kalau buat perkara yang tak berbetulan dengan jalan keridhoannya
janganlah disandarkan kepada Allah. Salahkan nafsu kita sendiri. Ini tidak! Bila
buat kebajikan kita rasa ada “share” dengan tuhan. Bila buat maksiat dikatakan
pula ini qodho tuhan. Inilah puncanya manusia tak sampai tuhan dan semakin jauh
daripada “rahmatNya”. Tidak lain kerana biadabnya kita!

115.Guru saya pesan. “Mahmud! Janganlah ajar adab nanti mereka biadab. Ajarlah
mereka beribadat sehingga mereka beradab!”

116.Apabila tidak senang dengan aturcara “perjalanan Ahlullah” itu tandanya ada
darah kejinnan mengalir di dalam jasad. Untuk menghilangkannya hanyalah “Fana’-
fi-syaikh” (ikut segala aturan guru). Guru yang ikhlas tidak akan membawa
muridnya masuk “neraka”.

117.Para Aulia tidak menyembunyikan “Ilmu”. Orang dunialah yang menyembunyikan ilmu.
Kerana ada kepentingan dan tak ikhlas. Mereka takut anak murid mereka lebih
bijak! Bersalahan dengan aulia’, mereka mahu murid-murid mereka lebih cemerlang
dan berjaya.

118.Bila buat sesuatu ikut hawa nafsu maka akan timbullah penyesalan yang
berpanjangan.

119.Benda dan perkara yang dah berlaku, jangan kata “Silap!” Tuhan buat “Tak silap”.
Yang silapnya pasal kita “Ikut hawa nafsu!”

120.“Buat apa nak zikir (suara) kuat-kuat? Allah S.W.T. bukan pekak! Zikir perlahan
pun Allah S.W.T. dengar”. Ini cakap orang yang tidak kenal tuhan, cakap orang
kafir. Habis itu Allah S.W.T. jadikan petir yang berbunyi kuat itu, dia tidak
dengar ke? Memang Allah S.W.T. tidak pekak tetapi yang pekak itu “nafsu”, dia
tidak mahu dengar dan ikut perkara yang Allah S.W.T. redha. Itulah sebabnya
disuruh berzikir dengan suara yang kuat. Memang berzikir dengan sirr lebih
afdhol daripada zikir (suara) kuat. Tapi ini untuk orang yang dah sampai.

121.Selaku umat Rasulullah S.A.W. di abad 15 ini. Saya akan bersungguh-sungguh
memperjuangkan dan mempertahankan perjalanan Ahlullah.

122.Bacalah diri sendiri (tengok keburukan sendiri). Jangan baca (tengok) keburukan
orang lain.

123.Bereskan kekufuran dan kesyirikan di dalam diri kita dulu. Janganlah bersibuk
dengan kekufuran dan kesyirikan di luar kita.

124.Dalam hadis Rasulullah S.A.W. menyatakan “bahawa para sahabat umpama bintang-
bintang di langit”. Walaupun mereka berlainan bidang seperti bertani, berniaga,
kaya, miskin, panglima, hamba abdi dan lain-lain tetapi mereka mempunyai satu
rahsia dengan tuhan iaitu memilikki sifat “kehambaan”. Inilah perjalanan
Ahlullah.

125.Gagahnya satu-satu zaman itu di sebabkan gagahnya para Aulia di zaman itu.

126.Air hujan yang turun dari langit “jernih”. Tapi bila sampai di bumi jadi keroh,
kotor dan berwarna merah disebabkan tanah. Begitulah rahmat Allah yang turun
dari langit, “suci”. Tapi perut (hati) kamu yang mengotorkan rahmat Allah itu.
Kenapa air hujan yang turun di laut jernih? Sebab air laut jernih.

127.Sembahyang ada waktu. Zikrullah tidak ada waktu tertentu. Zikrullah kena
sepanjang waktu. Semua para nabi dan rasul berzikir.

128.Selagi mana kita terasa reti. Selama itulah kita tak reti!

129.Terasa adanya “kita”. Itulah kesalahan yang besar.

130.Selagi terasa adanya kita. Selama itulah kita menderita.

131.Kita tak soal UMNO ka, PAS ka, ADIL ka. Kita akan berganding bahu dengan
orang-orang yang sanggup berdiri, mengikuti aturcara kebangkitan (Islam).

132.Abad 15 (hijrah) ialah (abad) kebangkitan Islam.

133.Semua para aulia di dalam dunia sepakat mengharamkan rokok.

134.Satu batang rokok yg dihisap menjadi hijab dengan Allah selama 40 hari.

135.Serban, Jubah dan janggut lambang orang soleh.

136.Pakai baju, dulukan tangan kanan, buka baju dulukan tangan kiri. Pakai kain
dulukan kaki kanan, tanggalkan kain, dulukan kaki kiri, pakai seluar duduk dulu
dan mulakan dengan kaki kanan kemudian barulah berdiri, buka seluar dulukan kaki
kiri. Nak pakai kasut/selipar dulukan kaki kanan nak buka, dulukan kaki kiri.
Pakai kain tindihkan kanan di atas pihak kiri. Ni kamu tidak! pakai ikut “DAN!”.
Tak ikut sunnah, ikut syaitan, tak ada zikrullah. Zikrullah tak masuk dalam
badan lagi. Kamu ingat perkara ni kecik! Kalau perkara kecik tidak boleh nak
jaga, macam mana nak jaga perkara yang lebih BESAR?

137.Buang atau cukur janggut, simpan misai. Macam Hindu - ikut Hindu. Rasulullah
S.A.W. suruh panjangkan janggut, andamkan misai.

138.Semua nabi-nabi dan Rasul-Rasul a`laihimussalatu wassalam dibangkitkan oleh
Allah S.W.T. untuk menguatkan iman dan takwa dahulu. Bila iman dan takwa dah
kuat, barulah perkara-perkara lain akan ikut kuat. Ini tidak, nak kuat
ekonomilah, kuatkan itulah, inilah. Nabi Adam a.s. mula-mula di turunkan ke bumi
ini apa yang dibuat dulu? Baginda menangis takutkan Allah S.W.T. selama 40
tahun. Adakah beliau buat benda lain dulu?

139.Kenapa orang Islam yang dulu-dulu hebat dan kuat. Sebab mereka kuat berpegang
dengan Allah S.W.T. dan Sunnah. Kita sekarang tidak, sebab itulah orang Islam
sekarang lemah.

140.Kita jangan di perbudak-budakkan oleh budak-budak dunia.

141.Orang yang baik merasa dirinya jahat!

142.Orang yang jahat merasa dirinya baik!

143.Dalam bala ada nikmat. Dalam nikmat ada bala. Sebab itulah semua kekasih Allah
di dalam penderitaan.

144.Bala ada 4 jenis:-

a.Sirajun-lil-ariffin
Penerang bagi orang arifbillah.

·b.Yaqozatun-lil-muridin
Penyedar bagi orang yang hendak mengenal Allah.

·c.Islahun-lil-mukminin
Membaikkan orang yang beriman.

·d.Halakun-lil-ghafilin
Membinasakan orang yang lalai pada Allah S.W.T.

145.Punca bohsia dihari ini (keruntuhan moral) ialah disebabkan suntikan yang diberi
kepada bayi yang mengandungi hormon lembu/kuda. Apa kerja lembu/kuda? Jadi
budak-budak ini ikut perangai lembu/kudalah! Yang ada hormon manusia sahaja pun,
payah nak asuh apatah lagi yang ada hormon lembu/kuda. Inilah cara
Yahudi/Nasrani untuk melemahkan orang Islam. Mereka tahu sekarang ini adalah
masa kebangkitan Islam. Mereka bunuh sel-sel kesolehan yang terdapat dalam
anak-anak orang Islam. Sebagaimana Firaun membunuh anak-anak bani Israel kerana
takutkan Musa a.s.

146.Wajib taat kepada Allah S.W.T. dan Rasulullah S.A.W. dan orang-orang yang
“mengajak” kita taat kepada Allah S.W.T. dan Rasulullah S.A.W.

147.Cara perubatan yang tak menggunakan dadah seperti akar kayu dan homeopati ini
adalah lebih baik. Perubatan yang menggunakan dadah boleh merosakkan saraf kita.
Itu yang menyebabkan payah masuk zikir jika saraf sudah rosak!

148.Saya buat kerja saya. Saya tak kesah orang nak marah ke atau suka!

149.Di jalan Allah S.W.T. tidak ada Mujadalah, Mubahasah, Munazaah dan Munakasyah
(bertengkar, berdebat, berbahas). Yang ada di jalan Allah S.W.T. hanya amanu
(beriman) dan wa a’milus solihah (dan beramal soleh).

150.Penyelewangan hadis. Betullah! Rasulullah S.A.W suruh tuntut ilmu sampai ke
negeri China, tetapi masalahnya bila kita hantar penuntut kita ke China, mereka
jadi China!, hantar ke Amerika jadi Amerika!, hantar ke England jadi England!.
Pasal kita tidak beri mereka kekuatan (iman dan takwa) terlebih dahulu. Hadis
ini Rasulullah S.A.W. menceritakan di mana dan pada bila? Pada masa iman para
sahabat dah cukup kuat. Inilah penyelewengan hadis namanya.

151.Kalau perut dah kenyang macam-mana nak meratib?

152.Satu orang Tuan Guru (Sg. Pau Kedah) komen apa yang saya anjurkan. Saya bagi
tahu dia, “Pak Cik! Kalau Mahmud buat ikut hati - mati. Ikut nafsu, lesu. Kalau
Mahmud buat kerana Allah masyaAllah. Tengoklah nanti bagaimana Mahmud gila
(majzub) ini memimpin manusia ke jalan Allah".

153.Di dalam tubuh badan manusia ada 56 ribu titik darah. Untuk menyuci satu titik
darah tidak terpakai, perlu berselawat sebanyak 100 kali. Bermakna untuk
memproses setiap titik darah tersebut perlu berselawat sebanyak 5.6 juta.

154.Dalam perjalanan Ahlullah, selagi belum Mutmainnah dikira orang baru.Walau dah
30 tahun ikut tapi belum Mutmainnah di kira masih orang baru.

155.Cara-cara memohon guru mursyid.

a.Selalu buat sembahyang hajat.

b.Banyakkan membaca Laila hailla anta subhanaka inni kuntu minaz zolimin (istighfar) dan selawat.

c.Berdoa - "Ya Allah dengan berkat Rasulullah S.A.W. dan berkat para waliMu yang
besar-besar. Pertemukan aku dengan orang yang kau kasih untuk membimbing hambamu
yang daif, zalim dan jahil lagi banyak dosa ini semata-mata dengan rahmatMu
sahaja. Ya Allah!".


Read More..

Mufti Sokong MajlisFatwaSiasat SIS

Posted by Nabiha Al-Khalidiy On 10:20 AM 0 comments


Mutfi Perak, Datuk Seri Harussani Zakaria bersetuju dengan gesaan PAS supaya pertubuhan wanita terkenal Sisters ini Islam (SIS) disiasat berhubung dakwaan menggugat akidah Islam.

"Saya setuju dibuat siasatan (terhadap SIS)," katanya, sambil menyifatkan usul yang diluluskan di muktamar PAS itu "bagus".

Harussani, seorang anggota Majlis Fatwa Kebangsaan, berkata terdapat beberapa tafsiran SIS, antaranya berkaitan isu poligami dan pembahagian harta pusaka berbeza dengan pandangan sedia ada.

"Saya baca-baca (kenyataan SIS), nampak lain sikit, buang (membelakangkan) ayat al-Quran (dalam dua isu ini)," katanya kepada Malaysiakini petang ini.

Ditanya sama ada beliau akan membawa cadangan menyiasat SIS untuk dibincangkan dalam muzakarah majlis fatwa yang akan datang, Harussani berkata:

"Ada bahagian kajian di Jakim (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia). Kertas (kajian) patut dikemukakan mereka terlebih dahulu.

"Hendak bermuzakarah mestilah ada kertas."

Tambahnya, dalam Islam, merumuskan sesuatu hukum "tidak boleh dibuat secara tergesa-gesa."

Walaupun pihak lain seperti mufti boleh membentangkan kertas mereka sendiri untuk dibincangkan, tambahnya, lebih baik kemudahan dan kepakaran Jakim digunakan bagi tujuan itu.

Ahad lalu, usul yang dibawa PAS Shah Alam diterima tanpa bahas di hari terakhir di muktamar ke-55 berbunyi, antara lain:

"(Muktamar) mendesak Majlis Fatwa Kebangsaan membuat penyelidikan ke atas SIS yang membawa aliran Islam liberal.

"Dan seterusnya mengharamkan pertubuhan tersebut sekiranya terbukti bertentangan dengan syariat Islam serta membuat program pemulihan ke atas ahli-ahlinya."

Menurut usul itu juga, aliran dan pandangan yang dibawa oleh SIS didakwa boleh mengelirukan masyarakat dan pemikiran SIS didakwa "mudah meresapi pemikiran dan meracuni akidah umat Islam" terutamanya golongan muda dan golongan yang berpendidikan sekular.

Gesaan menyiasat dan mengharamkan SIS antara 12 usul yang diterima tanpa bahas di muktamar tersebut.

Ia bagaimanapun mendapat bantahan meluas daripada pemimpin-pemimpin Pakatan, yang disertai PAS, dan sejumlah NGO.

Ketua Pemuda Umno, Khairy Jamaluddin Abu Bakar dan mantan perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad juga membantah cadangan tersebut.

PAS Shah Alam semalam menyatakan hasratnya untuk menarik balik sebahagian perkataan dalam usul tersebut, antaranya "mengharamkan", dengan alasan ia tidak sempat dimuktamadkan sebelum dibawa ke mukamar.

Yang Dipertuanya, Khalid Samad dijadual mengadakan sidang akhbar 2 petang Ahad ini bagi menjelaskan lagi kontroversi usul tersebut. ..malaysikini 13/6/2009

Read More..

Followers

Pautan

Komuniti Blogger Azhari